Jenis-jenis intelegensi manusia
INTELEGENSI: PENGUKURAN KEMAMPUAN PEMECAH MASALAH DAN LOGIKA LINIER
Pada awalnya pengukuran intelegensi dilakukan karena timbul kebutuhan untuk meramalkan tingkat keberhasilan seseorang dalam bidang pekerjaan yang akan dilakukan. Pengukuran intelegensi yang dirancang saat itu lebih banyak dilakukan untuk melihat kemampuan berfikir abstrak dan menyelesaikan masalah secara efektif.
Perbedaan kemampuan dalam logika linier dan berpikir rasional ini menunjukan bahwa pengukuran terhadap kemampuan intelektual dapat dilakukan untuk meramalkan tingkat keberhasilan seseorang di masa yang akan datang.
INTELEGENSI KREATIVITAS DAN INTELEGENSI EMOSIONAL
Peramalan tingkat keberhasilan seseorang ternyata tidak hanya dapat dilakukan dengan kemampuan pemecahan dan logika linier. Proses berpikir ini adaah proses berpikir proses berpikir yang memungkinkan untuk melakukan perbandingan, menemukan asosiasi, menemukan alternatif, dan melakukan evaluasi. Berpikir asosiatif merupakan proses berpikir yang juga diceritakan dalam Al Qur’an. Al Qur’an menggambarkan bagaimana Qabil, melihat gagak mengagali tanah dan melalui berpikir asosiatif menemukan cara untuk menguburkan mayat. Ketika melakukan hal ini Al Qur’an juga menggambarkan emosi yang terjadi pada Qabil berupa penyesalan.
Kemudian Allah menyuruh seekor burung gagak menggali-gali di bumi untuk memperlihatkan kepadanya (Qabil) bagaimana seharusnya menguburkan mayat saudaranya[410]. berkata Qabil: "Aduhai celaka Aku, mengapa aku tidak mampu berbuat seperti burung gagak ini, lalu aku dapat menguburkan mayat saudaraku ini?" karena itu jadilah Dia seorang diantara orang-orang yang menyesal.(QS Al-Maidah [5] : 31)
Bepikir asosiatif juga biasa dihubungkan dengan kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional, menurut Mayer dan Salovey (1993), merupakan suatu jenis intelegensi sosial yang melibatkan kemampuan untuk memonitori emosi diri sendiri danorang lain, membedakannya dan menggunakan informasi tersebut sebagai pegangan pikiran dan tindakan seseorang. Kecerdasan emosional merupakan gabungan antara kecerdasan intra dan antaroersinal.
Orang yang memiliki kecerdasan emosional mampu mengelola emosinya, sehingga selalu mendapatkan manfaat dari semua kejadian yang dihadapinnya.
Kecerdasan emosional tidak hanya mencakup kepada kemampuan untuk mengontrol emosinya, namun juga mengelola emosi orang lain. Pemahaman terhadap emosi orang lain dapat dipergunakan untuk memengaruhi emosi orang lain.
Menurut Daniel Goleman, kecerdasan emosional memiliki 5 ranah, yaitu kewaspadaan diri, pengelola emosi, motivasi diri, memahami orang lain, dan mengatur hubungan dengan orang lain.
Kecerdasan emosional lebih dipengaruhi oleh lingkungan daripada herediter. Dengan demikian, kecerdasan emosional dapat ditingkatkan dengan memperkaya lingkungan, baik lingkungan luar rumah maupun lingkunagn rumah. Anak dapat belajar meningkatkan kecerdasan emosional dengan mempelajari berbagai tanggapan emosional, baik verbal maupun nonverbal.
INTELEGENSI SPIRITUAL
Penelitian tentang proses berpikir integratif merupakan hal yang mendasari pengukuran kecerdasan spiritual. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan makna, pandangan dan nilai untuk menepatkan perilaku dan hidup manusia dalam konteks makna yang luas dan kaya,menilai bahwa tindakan atau jalan hidup seseorang lebih bermakna dibandingkan dengan yang lain. Kecerdasan spiritual merupan kekuatan yang mendasari keberadaan agama, merupakan kecerdasan jiwa atau kecerdasan diri yang paling mendalam. Merupakan kecerdasan transformatif yang mengarahkan orang untuk membuat pertanyaan yang fundanmetal dan melihat keadaan yang lebih luas dari dirinya sendiri.
Kecerdasan spiritual dapat berubah sesuai dengan kemampuan untuk memahami dan memaknai pengalaman yang telah dimiliki seseorang.
.
Komentar
Posting Komentar